QUESTION AND ANSWER WITH FITA FEBIYOLA
Seputar Hungaria dan Kuliah di Luar
Negeri
Budapest, Maret 2017 |
Menjadi Mahasiswa International di Negara asing
merupakan pengalaman paling menarik dan paling menyenangkan yang pernah saya
miliki. Memiliki teman-teman dan keluarga baru yang berasal dari berbagai
Negara di dunia, mempelajari bahasa dan kebudayaan baru, mendapatkan
pengalaman-pengalaman unik dan mengesankan, menjadi bagian dari kehidupan
social yang sangat jauh berbeda dari Indonesia, dan masih banyak lagi
pengalaman dan pelajaran lain yang saya dapatkan. Saya sangat bersyukur karena
Allah SWT memberikan kesempatan ini kepada saya. Dan saya sangat yakin, bahwa
masih banyak teman-teman diluar sana yang juga ingin mendapatkan kesempatan ini
dan masih melanjutkan usahanya untuk dapat mewujudkan mimpinya. Dan sampai saat
ini, saya tidak pernah berhenti untuk memberi semangat dan motivasi kepada
teman-teman untuk mengejar dan mewujudkan mimpi tersebut. Selama lebih kurang
tujuh bulan lamanya saya menjalani kehidupan di Negara cantik nan rupawan ini,
yaitu Negara Hungaria, mutiara terindah di Eropa tengah, ada banyak sekali pertanyaan-pertanyaan
yang muncul yang berasal dari teman-teman di Indonesia, baik itu melalui media
social maupun secara langsung melalui telefon. Nah, kali ini saya ingin mencoba
merangkum pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memberikan jawaban singkat yang
mudah-mudahan bisa memberikan gambaran tentang apa yang sudah saya alami dan
dapatkan, baik bagi teman-teman yang bertanya maupun untuk teman-teman lain
yang baru berencana untuk bertanya :P. Check it out!! ššš
1.
@Nurhidayana29,
āBagaimana cara mendapatkan beasiswa kuliah di luar Negeriā?
Mendapatkan
beasiswa kuliah diluar Negeri itu tidak sesulit yang dibayangkan. Ada banyaaak
sekali beasiswa yang ditawarkan baik itu oleh Pemerintah Indonesia maupun oleh
Pemerintah Negara lain, dan yang terpenting, beasiswa itu ditawarkan bukan semata-mata
hanya untuk mereka yang memiliki good academic skill, tetapi juga untuk orang yang
mempunyai niat dan tekad yang sungguh-sungguh untuk belajar dan membangun
Negara. Salah satu kunci untuk mendapatkan beasiswa kuliah diluar Negeri adalah
bulatkan tekat kalau kita ingin melanjutkan kuliah di luar negeri dan jangan
males-males buat mencari informasi beasiswa tersebut. Kebanyakan orang berangan-angan
ingin melanjutkan kuliah diluar Negeri dengan beasiswa tapi sudah putus asa
duluan sebelum mencoba, āah pasti susahā, āah pasti peluangnya kecilā, āah
pasti ribetā, āah pasti gagalā and bla bla bla. STOP saying these kinds of
dream-crusher words!!. Cobalah untuk memulai hunting informasi-informasi beasiswa
yang banyak sekali bisa ditemukan di
google. Jangan berfokus hanya satu beasiswa ataupun satu Negara saja. Toh nggak
ada salahnya dan nggak rugi juga mencoba apply ke beberapa Negara. Setelah informasi
tersebut terkumpul, mulailah untuk mempersiapkan persyaratan-persyaratan yang
diminta. Usahakan memulai persiapan itu dari jauh hari, at least 6 bulan
sebelum pendaftaran dibuka agar persiapannya benar-benar matang. Cobalah untuk
bertanya dan meminta saran juga pendapat kepada orang-orang yang memiliki
pengalaman apply beasiswa, siapapun itu. Just make it simple and easy to catch
your big dream ;). Ternyata pepatah yang mengatakan ābanyak jalan menuju Romaā
itu memang benar. Ada banyak sekali jalan yang bisa kita tempuh dan coba untuk
mewujudkan mimpi kita yaitu kuliah di luar Negeri. Saat pertama kali saya apply
beasiswa, bukan hanya beasiswa Stipendium Hungaricum dan Negara Hungaria yang
menjadi pilihan saya, saya juga apply ke beberapa beasiswa dan Negara lain,
seperti New Zealand, Australia, dan Amerika. Dan Tuhan akhirnya menjodohkan
saya dengan Negara cantik nan rupawan yang terletak di jantung Eropa, yaitu
Hungaria. Dan benar sekali, pengalaman-pengalaman apply ke beberapa beasiswa
memberikan kita feedback tentang apa yang seharusnya kita perbaiki dalam
mengaplikasikan beasiswa tersebut. So, jangan menyerah sebelum perang. Coba,
coba dan coba. InshaAllah rezeki nggak akan kemana ;)
2.
@Mahdianarita,
āGimana rasanya kuliah di luar Negeriā?
Rasanya
nano-nano, alias bercampur-campur. Seneng, seru, full of challenges, dan masih
banyak lagi yang dirasakan. Inilah saat yang tepat untuk mengetahui dan
memahami benar-benar bagaimana pribadi kita yang sebenarnya. Kuliah di luar
Negeri menuntut kita untuk mengedepankan rasa mandiri, berani, serius, dan
bertanggung jawab. Selain bertanggung jawab penuh akan study yang sedang kita
jalani, juga harus bertanggung jawab menempatkan diri sendiri kedalam situasi
yang harus membuat kita nyaman, senang, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena
akan ada banyak hal yang sulit yang akan kita temui dan kita diharuskan untuk
menghadapi kesulitan itu sebisa mungkin. Sendiri, tanpa bantuan keluarga
ataupun orang-orang terdekat yang selama ini selalu mengulurkan tangannya untuk
membantu kita, dalam SEGALA HAL. Berada diluar Negeri akan membuat kita melihat
apa kekurangan kita yang sesungguhnya. Selain itu, kita akan menemui banyak
kejutan yang belum pernah kita rasakan yang membuat kita bisa ketawa-ketawa
sendiri. Pokoknya moment-moment selama berada di luar negeri adalah moment
paling berharga yang bisa kita alami dan dapatkan. Atmosphere yang berbeda,
kehidupan sosial yang berbeda pula, serta surrounding people yang sangat
berbeda yang akan memberikan kita pelajaran dan pengalaman unik. I swear,
kuliah di luar Negeri itu sangat sangat menyenangkan dan mengesankan.
3.
@Ridwanpratama,
āHarga kos-kosan disana murah nggakā?
Untuk
beasiswa Stipendium Hungaricum ini, Pemerintah Hungaria memberikan dana sebesar
30.000 HUF/bulan untuk accommodation (tempat tinggal), tapi pada tahun 2017 ini
di naikkan menjadi 40.000 HUF/bulan. Pada tahun pertama study, which means
semester satu dan dua, kita diperbolehkan untuk tinggal di asrama kampus atau
dormitory yang harga sewanya cukup murah yaitu sekitar 30.000-35.000 HUF. Sudah
include semua biaya utilities (Air, listrik, heater, wifi dll). Tapi di tahun
kedua, atau mulai semester tiga they kick us out from the dormitory. Hahaha. So
kita diharuskan untuk mencari tempat tinggal lain, bisa sewa flat atau
apartment. Karena setiap tahunnya akan ada mahasiswa-mahasiswa baru yang datang
dan juga ingin tinggal di dorm tersebut. Untuk sewa flat atau apartment, harganya
bermacam-macam. Kalau nggk salah harga termurahnya yaitu 30.000 HUF/bulan tapi cuma
kamar doang hehehe. Kalau mau murah, kita bisa gabung dengan 2 atau 3 orang
teman lain. Misalnya 1 apartment yang ada kamar, dapur, ruang tamu dan kamar
mandi, dengan harga sewanya misalnya 100.000 HUF/bulan, akan lebih murah jika
diisi dengan 3 orang. Tapi tetap kita harus mengeluarkan biaya lagi untuk
utilities. Kalau mau cek-cek harga flat atau apartment, bisa kunjungi www.studenthousing.hu .
4.
@Putri_maya,
āApa perbedaan yang kamu rasakan antara tinggal di Indonesia dan di luar
Negeriā?
Yang
pasti banyak banget. Mulai dari kehidupan sosialnya, orang-orang lokalnya yang
berbeda karakteristik sama orang Indonesia, makanan-makanannya, cuacanya dan yang
paling menyebalkan yang aku rasakan saat awal-awal datang ke Hungaria adalah āJet-Lagā.
Ngerasa seperti orang aneh saat tidur dan terbangun dikarenakan zona waktu yang
berbeda. Ngerasa lapar dan ngantuk di saat waktu yang nggak biasa. Karena tubuh
kita terbiasa dengan zona waktu di Indonesia. Jadi, bisa saja kita merasa
ngantuk disaat harus beraktifitas dan merasa terjaga atau susah tidur disaat waktunya tidur. Tapi hal ini
hanya terjadi beberapa hari saja. Setelah itu sudah bisa menyesuaikan waktu
dengan sendirinya, makan, tidur dan beraktifitas disaat waktunya . Selain itu,
ada beberapa hal yang aku temui di Hungaria better than Indonesia, ada juga
yang sebaliknya, worse than Indonesia. Misalnya, hidup disini kayak ngerasa
aman dan nyaman banget. Tingkat kriminalitasnya rendah. Selama kurang lebih 7
bulan lamanya aku tinggal di kota Pecs, Hungaria, ngerasa aman-aman aja saat
berjalan sendirian, bahkan saat pulang kuliah hari sudah mulai gelap. Nggk pernah
ngeliat yang namanya copet, jambret, preman atau apalah itu. Nggk pernah juga
ngeliat kecelakaan lalu lintas karena sistem transportasi disini sangat
terintregated very well. Para pengguna kendaraan beroda empat juga sangat
menghargai para pejalan kaki. Mereka selalu berhenti dan memberi jalan kepada
siapapun yang ingin menyebrang. Nggk pernah ada mobil atau kendaraan lain yang
melanggar lalu lintas. Kalau dalam hal makanan, awal-awal pasti rasanya susah
banget untuk menyesuaikan lidah yang sudah terbiasa dengan rasa Indonesia. Setelah
berada disini rasanya semua makanan memiliki rasa yang sama. Awal-awal bingung
banget sama apa yang harus dimakan, apa yang harus dihindari dan sebagainya. Satu
minggu pertama aku bener-bener cuma makan roti, susu dan juga buah, tanpa makan
nasi. Karna bingung banget apa yang bisa dimakan dan dimasak. Namun seiring
berjalannya waktu, sudah bisa menyesuaikan dengan makanan. Tapi tetap saja
nggak seenak memilih makanan di Indonesia. Hal yang lain lagi, yaitu dalam hal
bersosialisasi dengan masyarakat local. Meskipun orang-orang barat terkenal
akan individualist, namun orang-orang Hungaria termasuk orang yang cukup ramah.
Mereka mau menegur orang yang ditemuinya dijalan, they are easy to say Hi,
hello, and thank you. Namun ada juga beberapa orang yang cuek bahkan sinis
terhadap orang asing, jangankan menegur, tersenyum aja susah banget.
5.
@Elaine.sanjoto,
āApa kesulitan dan tantangan terbesar yang kamu temui disana dan bagaimana cara
menghadapinyaā?
Sebenarnya,
hidup di luar negeri itu gampang-gampang sulit, relative tergantung bagaimana
kita yang menjalaninya. Sejauh ini, saya masih bisa menyesuaikan dan mengatasi
apapun kesulitan yang saya alami, namun ada satu hal yang menurut saya itu
adalah tantangan terbesar, yaitu menjalani kehidupan sebagai wanita muslim
berhijab. Awalnya, saya menganggap bahwa Islamphobia itu tidak benar, tapi
ternyata setelah saya berada disini dan menjalani kehidupan disini, Islamphobia
itu memang ada. Meskipun mereka orangnya baik-baik, tapi ada beberapa orang
yang mungkin sedikit merasa tidak nyaman ketika melihat atau bertemu wanita
berjilbab. Beberapa pengalaman yang saya miliki adalah misalnya ketika di
airport, mereka selalu memandangi saya dengan serius bahkan mencurigai, juga ketika
di stasiun kereta atau bis. Saat di swalayan atau supermarket, ketika saya
bertanya terkadang pelayannya melayani dengan sangat sinis tanpa ada senyum
sedikitpun, saat di dalam bis ataupun mall, terkadang mereka selalu
memperhatikan dan memandang dengan sangat sangat serius tanpa berkedip :D. Jadi
salting sendiri sih terkadang hehehe. Tapi menurut saya, itu adalah hal yang
wajar. Yang terpenting, bagaimana caranya saya harus menunjukkan sikap
menghargai, ramah, selalu membantu orang-orang sekitar dan selalu memberikan
senyum. Mungkin dengan cara itu saya bisa merubah pandangan atau penilaian
mereka terhadap wanita muslim.
6.
@Srimundarti,
āBagaimana biaya kehidupan di luar Negeri, dan apakah biaya yang diberikan oleh
pihak pemberi beasiswa mencukupiā?
Kalau
untuk biaya hidup, Negara Hungaria merupakan salah satu Negara termurah jika di
bandingkan dengan Negara Eropa laiinnya, khususnya Negara Eropa barat. Bisa di bilang
biaya hidup disini itu sebelas duabelas dengan biaya hidup di Jakarta. Ada beberapa
bahan makanan di Hungaria yang harganya lebih murah dari Jakarta ada juga yang
sebaliknya. Kalau untuk bahan makanan pokok seperti beras, telur, kentang, susu
dan roti disini harganya tergolong murah. Dan masih banyak lagi kok bahan-bahan
makanan lain yang harganya juga murah. Kalau dengan jumlah biaya yang diberikan
oleh pemerintah Hungaria, yaitu sebesar 40.000 HUF/bulan, cukup atau tidaknya
tergantung bagaimana kita mengaturnya. Yah kalau setiap hari masak sendiri,
jarang jajan diluar, jarang shopping :D, juga nggk boros, InshaAllah cukup. dan
sejauh ini aku masih bisa survive kok dengan besaran yang aku terima setiap
bulannya.
7.
@Nur_aini_oktavia,
āBagaimana cara menyesuaikan diri terhadap cuaca ekstrim yang ada disanaā?
Bagi
orang-orang yang berasal dari daerah beriklim tropis, seperti misalnya orang
Indonesia, pasti akan merasakan hal yang sangat berbeda kalau berada di daerah
bermusim dingin. Rendahnya suhu di Negara Hungaria di saat musim dingin yang
bisa mencapai 0 derajat Celcius bahkan hingga minus derajat, akan berbahaya
jika kita tidak tau cara menghadapinya atau menyesuaikan diri dengan cuaca
tersebut. Saat pertama kali aku menginjakkan kaki di Negara ini, yaitu di awal
bulan September, Alhamdulillah pada saat itu masih musim panas, meskipun sudah
akhir-akhir. Suhu udaranya masih berkisar antara 20-25 derajat celcius. Jadi nggk
kaget-kaget amat. Pada saat itu masih bisa pergi keluar tanpa menggunakan jaket
dan sepatu. Dan masih bisa merasakan panasnya cahaya matahari. Pada bulan
Oktober, suhu udara mengalami perubahan, yaitu menjadi agak dingin. Setelah bulan
Oktober, memasuki musim gugur suhu semakin dingin. Semakin hari semakin sangat
dingin hingga tiba saatnya musim dingin atau musim salju. Pada saat itulah suhu
udara mencapai minus derajat celcius. Cara menyesuaikan diri terhadap musim
dingin ini, yah sebisa mungkin membuat tubuh kita merasa tetap hangat saat
berada di luar ruangan. Misalnya selalu menggunakan baju berlapis-lapis,
seperti menggunakan long john, sweater dan jaket tebal secara bersamaan. Tidak lupa
juga untuk menggunakan sarung tangan, syal dan penutup kepala, juga sepatu yang
bisa menjaga agar angin tidak masuk. Dan sering-sering menggunakan body lotion
dan juga lip balm karna efek dari cuaca dingin tersebut akan membuat kulit dan
bibir menjadi sangat kering, bahkan bisa luka dan berdarah kalau tidak
diperhatikan. Selain itu, memperbanyak asupan makanan, energy dan juga stamina.
Banyak makan, minum vitamin dan juga perbanyak minum jus. Agar terhindar dari
lemah badan dan juga penyakit.
8.
@Donaletafia98,
āBagaimana cara menghadapi homesickā?
Yang
pertama, sering-seringlah menghubungi keluarga, baik itu melalui pesan maupun
telepon atau videocall whatsapp. Dengan berkomunikasi setiap hari, inshaAllah
bisa mengurangi rasa rindu terhadap keluarga dan orang-orang terdekat. Yang kedua,
jalinlah hubungan yang baik terhadap sesama orang Indonesia yang ada di sekitar
kita, dengan begitu akan membuat kita merasa dekat dengan Indonesia. Yang
ketika, buatlah diri kita senyaman mungkin dalam segala hal. Makan yang cukup,
beraktifitas yang cukup, tidur yang cukup, dan perbanyak aktifitas diluar yang
pastinya aktifitas yang bermanfaat, dengan begitu kita akan terhindar dari rasa
kesepian. Yang keempat, perbanyak dan jalinlah hubungan pertemanan yang baik
dengan orang lain, misalnya dengan teman-teman kampus, teman asrama ataupun
teman-teman dari organisasi atau jurusan lain. Dengan tidak menghabiskan waktu hanya
menyendiri didalam rumah, besar kemungkinan homesick akan dapat teratasi.
9.
@faniaputri17,
āApa yang paling dirindukan dari Indonesiaā?
Honestly,
hal yang paling aku rindukan adalah makanan-makanan Indonesia. Setelah berada
di Negara lain setidaknya satu sampai dua bulan, aku baru merasakan rindu yang
sangat mendalam sama makanan Indonesia. Baru sadar kalau ternyata Indonesia
memang Negara yang kaya akan rempah-rempah dan juga citra rasa. Tempe, ayam
bakar, sate padang, sambal terasi, hmmmm semuanya sangat dirindukan. Selain makanannya,
juga rindu sama keramahan orang-orang Indonesia. Kehidupan sosial Negara western
sama Eastern khususnya Indonesia memang sangat berbeda. Orang barat memang
terkenal akan ke-individualisman-nya. Susah senyum, dan kebanyakan cuek,
meskipun sebenarnya mereka baik-baik. Hal lainnya yang dirindukan, yang pasti
apapun yang sangat mudah aku temui di Indonesia dan sangat sulit aku temui
disini, seperti misalnya penjual jajanan di pinggir jalan :D.
Okeee,
sampai disini dulu yaa. Mudah-mudahan jawaban aku diatas bisa memberikan
gambaran buat kalian yang ingin mengetahui seputar kehidupan di Hungaria. Sebenarnya
masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang belum aku jawab baik itu
tentang perkuliahan, jalan-jalan, dan lain-lain. Mudah-mudahan next time bisa
bercerita lagi. Thank you for reading and see youuuu šš